Sabtu, 31 Desember 2011

Mensyukuri Hidupku




Dies Natalis ke-71 FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN BUDAYA UNIVERSITAS INDONESIA, 21 November - 6 Desember 2011.
Ketua Panitia : Retno Mamoto - Sukardan Ph D
(Istri Alm Benny O. P. Mamoto Ph D)
Perayaan ini dibantu sepenuhnya oleh "Yayasan Institut Seni Budaya Sulawesi Utara" binaan Brigjen. Pol. Dr. Benny J. Mamoto, SH, MSi


Dies Natalies FIB UI ini mengingatkan saya tepatnya setengah abad yang lalu yaitu pada awal Desember 1961, Pada waktu itu dalam rangka Dies Natalis Fakultas Sastra (Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia di Rawamangun, saya ditunjuk oleh sahabat saya: Prof. Parsudi Suparlan Ph D , yang ketika itu menjabat Ketua Senat Mahasiswa FSUI, untuk menjadi Ketua Panitia Pelaksana Dies Natalis FSUI ke-21.


Setengah abad yang lalu, ketika umur saya baru 21 thn, dan belum mempunyai pengalaman berorganisasi didalam dunia kemahasiswaan. Rupa-rupanyanya Parsudi memang sudah mulai membimbing saya agar suatu saat bisa menjadi Pemimpin Organisasi Kemahasiswaan. dan memang benar, 3 thn kemudian yaitu akhir thn 1964, saya
terpilih menjadi Ketua Senat Mahasiswa di Fakultas ini, bahkan untuk 2 periode: 1964/5 dan 1965/6.

Karena pada saat itu Parsudi masih menjadi Staf Pengajar di Universitas Cendrawasih- Irian Barat (Papua), maka ketika saya terpilih sebagai Ketua Senat Mahasiswa FSUI, sahabat saya Soe Hok-gie yang menjadi Pendamping/Penasihat saya dalam bidang Politik dan Organisasi.


Tahun 1966/67, Senat mahasiswa FSUI dipimpin Koalisi Ormas2 PMKRI,HMI, GMNI ,GMKI dan PMII- tidak jalan dan Rapat melulu.
Tahun 1967/8, ketika saya berada di Papua, Soe Hok-gie, terpilih menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Sastra UI. Menggantikan Senat Koalisi Ormas2. dan pada saat itu dia telah berpikir jauh kedepan untuk organisasi Mapala Prajnaparamita FS-UI, diperjuangkannya menjadi MAPALA-UI yang Otonom dibawah Rektor, dan Lambangnya memakai Makara UI, sampai sekarang.

Saya bersyukur, pada awal Desember 2011, saya masih bisa berpartisipasi bantu istri saya Joyce Lantang-Moningka yang antara lain aktif di seksi Kuliner Minahasa, dalam Panitia Pelaksana Dies Natalis FIB-UI ke 71 ybl

Umurku sekarang sudah menjelang 72 tahun (Puji Tuhan, hasil check up ‘Body Age’-usia tubuh 42 thn), hidup berbahagia dengan ”my soul mate”/ muhrim Joyce dan diberkati dengan dua anak: Errol Lantang dan Cernan Lantang, dikaruniakan kesehatan cukup baik- sehingga masih bisa mendaki gunung dan menikmati Alam Ciptaan Tuhan dalam batas sesuai usia dan kondisi fisik, tetapi sudah mendapat “bonus umur” dan . . . akan mati tua.

"Sekarang saya semakin mengerti dan senantiasa mensyukuri akan Rencana Tuhan yang begitu indah didalam perjalanan hidupku."


Tanggal 16 Desember ybl setelah menghadiri Milad PANTERA Fisip Unpad yang ke-7 di Bandung, saya langsung ziarah ke Pusara Idhan Lubis di pemakaman umum Jeruk Purut dan ke Taman Prasasti Jakarta, tempat nisan Soe Hok-gie tersimpan ( sebab jasadnya telah di perabukan/disebar di "Lembah Mandalawangi"-Panggrango pada ketinggian 3010 m ), mereka mati muda sesuai dengan Rencana dan kehendak Tuhan juga.

Adapun “Diary”-catatan pribadi SH-gie yang di-edit dan telah dipublikasi dengan judul: Catatan Seorang Demonstran, LP3ES, Jakarta. Mei 1983 serta banyak karya tulis SH-gie lainnya berupa buku,monografi,artikel journal serta karya di media masa, lihat hlm 384-393 dalam thesis John Maxwell PhD.: SOE HOK-GIE, Pergulatan Intelektual Muda melawan Tirani. Pustaka Utama Grafiti. Jakarta. 2001,

Semua tulisan2 ini bisa menjadi inspirasi dan suri teladan bagi kita semua untuk menentukan pilihan, bagaimana kita mau menjalani “hidup singkat” kita yang telah dikaruniakan Tuhan bagi kita.

2 komentar:

wijayarudiyantotan mengatakan...

Bpak Herman O.Lantang: inspirasiku atas loyalitas dalam persahabatan.. meski telah cukup lama berpisah dengan Soe Hok-Gie dan Idhan Lubis, pak Herman tetap tak melupakan kedua sahabatnya yang telah mati muda itu... salut... Semoga Pak Herman dan keluarga senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.. (Rudiyanto Tanwijaya-Medan)

kelana mengatakan...

kau adalah inspirasiku.lanjutkan perjuanganmu.wahay petualang sejat!!!