Sabtu, 19 November 2011

Rencana Pendakian Puncak Bersalju di Papua pada 1968


Lihat versi bahasa Inggris dari tulisan ini


Ketika berada di Papua, mengadakan riset Anthropologi pada Orang Dani ,di Heage-ima, daerah jurang2 Baliem(Baliem gorge) dari 1967-1969, surat2 Soe Hok-gie pada saya, ( sebagian besar sudah dipublikasi dalam buku: Memperingati 30 thn Musibah Semeru).Copy aslinya saya simpan, demikianpun Copy asli surat2 yang kukirimkan padanya, sebab yang kukirimkan hanya berupa Carbon Copy. Ketika itu saya membangun dan menetap dalam "Honai" raksasa di bukit Sinim, tepian barat Lembah Heage(anak sungai Baliem) dengan pemandangan Pegunungan Sudirman (Nassau) diatas ketinggian 4000 m dpl. Pada gambar disamping, saya hidup seorang diri berpartisipasi total (Total participation) dengan penduduk setempat dan berkomunikasi dalam Bahasa Dani-Selatan, dialek Kurima.Ini salah satu surat saya antara lain mengusulkan MAPALA mengadakan pendakian gunung2 bersalju di Papua, yang baru terlaksana awal 1972, yaitu tiga thn setelah Soe Hok-gie mendaki Semeru untuk tak kembali lagi pada 16 Desember 1969.


Dibawah ini adalah lembaran asli dari surat yang kukirimkan pada Soe Hok-gie
(17 Agustus 1968)













1 komentar:

steven sumolang mengatakan...

mantap skali om Herman....harus segera menjadi buku yg akan menjadi inspirasi kepada para pegiat alam dan semua manusia di muka bumi ini untuk kelesarian bumi...